BRIN Kembangkan Vaksin Dengue Berbasis mRNA Pertama di Asia Tenggara
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengumumkan terobosan ilmiah besar berupa pengembangan vaksin demam berdarah dengue (DBD) menggunakan teknologi mRNAβyang pertama dikembangkan di Asia Tenggara.
Vaksin yang saat ini berada di fase uji klinis fase II ini menunjukkan efektivitas 89% dalam mencegah infeksi dengue berat pada kelompok usia 5-45 tahun.
Signifikansi Terobosan Ini
Indonesia adalah negara dengan beban penyakit dengue terbesar kedua di dunia setelah Brasil. Setiap tahun, lebih dari 120.000 kasus dengue dilaporkan di Indonesia.
Jika uji klinis berhasil, vaksin ini diproyeksikan bisa diproduksi massal mulai tahun 2028 dan berpotensi menjadi komoditas ekspor bernilai tinggi.